Trending

Dolar melemah, kesaksian Powell dan data pekerjaan jadi fokus - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Indeks dolar telah rebound dari level terendah sembilan bulan di 100,80 nan dicapai pada 1 Februari lantaran info nan kuat dan inflasi nan tetap tinggi....

New York (BERITAJA.COM) - Dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata duit utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), lantaran penanammodal menunggu kesaksian oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan info pekerjaan akhir pekan ini untuk indikasi lebih lanjut tentang seberapa tinggi bank sentral AS kemungkinan bakal meningkatkan suku bunga.

Kesaksian Powell di depan Kongres pada Selasa dan Rabu (8/3/2023) dan info pekerjaan Jumat (10/3/2023) "akan menjadi peristiwa krusial minggu ini nan betul-betul mendukung info nan kami dapatkan bulan lampau sehubungan dengan nomor Januari", kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.

Indeks dolar telah rebound dari level terendah sembilan bulan di 100,80 nan dicapai pada 1 Februari lantaran info nan kuat dan inflasi nan tetap tinggi membikin penanammodal mengubah perkiraan untuk suku kembang nan lebih tinggi lebih lama. Indeks terakhir turun 0,26 persen di 104,35.

Berita lain dengan Judul: Dolar AS melemah ketika pedagang tunggu kesaksian Powell

Laporan pekerjaan Januari nan dirilis pada 3 Februari menunjukkan bahwa pemberi kerja secara tak terduga menambahkan 517.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran mencapai lebih daripada level terendah 53,5 tahun sebesar 3,4 persen, menunjuk ke pasar tenaga kerja nan sangat ketat.

Itu “tampaknya agak mencurigakan di permukaan, jadi banyak info nan kami dapatkan minggu ini bakal memberi tahu kami apakah itu betul-betul lebih dari sekadar mencurigakan alias lebih dari, katakanlah, tren penyesuaian musiman, dan sebenarnya ada sesuatu nan salah dari The Fed dalam perihal seberapa ketat pasar tenaga kerja dan apa artinya berpotensi menimbulkan inflasi,” kata Rai.

Data pada Senin (7/3/2023) menunjukkan bahwa pesanan baru untuk barang-barang manufaktur AS turun pada Januari, ditarik oleh penurunan pemesanan pesawat sipil.

The Fed New York juga mengatakan bahwa rantai pasokan dunia telah "kembali normal", dengan tekanan turun ke level terendah sejak sebelum pandemi COVID-19.

Kesaksian Powell bakal diawasi untuk setiap sinyal baru tentang apakah bank sentral AS dapat mempercepat kembali laju kenaikan suku kembang sebagai tanggapan atas info terbaru. Setelah memberikan kenaikan jumbo tahun lalu, The Fed telah meningkatkan suku kembang masing-masing sebesar 25 pedoman poin pada dua pertemuan terakhirnya.

Berita lain dengan Judul: Dolar AS tergelincir di sesi Asia, penanammodal tunggu kesaksian Powell

Pedagang berjangka biaya Fed menilai probabilitas 76 persen Fed bakal meningkatkan suku kembang sebesar 25 pedoman poin pada pertemuan 21-22 Maret, dan kemungkinan 24 persen untuk kenaikan 50 pedoman poin.

Namun, para analis juga mencatat bahwa Fed mungkin enggan untuk meningkatkan laju kenaikan suku kembang lagi lantaran kemungkinan bakal menakuti penanammodal dengan menunjukkan bahwa bank melakukan kesalahan dalam beranjak ke kenaikan 25 pedoman poin.

Yuan China dan dolar Aussie jatuh setelah China pada Minggu (5/3/2023) menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi nan lebih rendah dari perkiraan tahun ini sekitar 5,0 persen.

"Target pertumbuhan 5,0 persen China... kurang memuaskan, mendukung pandangan kami bahwa ada pandangan nan terlalu optimis tentang reflasi China nan dapat menantang beberapa proksi valas," kata analis di TD Securities nan dipimpin oleh Mark McCormick dalam sebuah laporan.

Greenback naik 0,81 persen terhadap yuan di pasar luar negeri menjadi 6,9519 per dolar, sementara Aussie, nan sering diperdagangkan sebagai proksi likuid untuk yuan, turun 0,67 persen menjadi 0,6723 dolar AS.

Euro terakhir naik 0,35 persen menjadi 1,0671 dolar, sementara sterling turun 0,20 persen menjadi 1,2019 dolar. Dolar naik 0,15 persen menjadi 136,02 yen menjelang pertemuan kebijakan akhir Gubernur bank entral Jepang Haruhiko Kuroda pada Kamis (9//3/2023) dan Jumat (10/2/2023).

:

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close