Trending

Dolar jatuh karena data ekonomi AS lemah - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

New York (BERITAJA.COM) - Dolar tersandung pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menyerahkan kenaikan awal menyusul penurunan produksi minyak nang tidak terduga dari OPEC+, lantaran info menunjukkan ekonomi AS terus melambat dengan penurunan dalam pengeluaran manufaktur dan konstruksi.

Data pada Senin (3/4/2023) menambah narasi bahwa Federal Reserve mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunga.

Pengumuman pada Ahad (2/4/2023) tentang pemotongan sasaran produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, nang dikenal sebagai OPEC+, mendorong nilai minyak lebih tinggi. Minyak mentah Brent terakhir diperdagangkan pada 84,9 dolar AS per barel, naik 5,7 persen.

Dolar awalnya menguat setelah pengumuman OPEC+.

Berita lain dengan Judul: Emas menguat lantaran dolar jatuh setelah info ekonomi AS melemah

Berita lain dengan Judul: AS kucurkan 300 juta dolar AS untuk bangun database riset Alzheimer

OPEC+ diperkirakan bakal mempertahankan pemotongan dua juta barel per hari (bph) nang sudah dilakukan hingga akhir 2023, tetapi malah mengumumkan pengurangan produksi lebih lanjut sekitar 1,16 juta bph.

Namun demikian, akibat OPEC+ berumur pendek, lantaran penanammodal konsentrasi pada kebijakan moneter dan perbedaan antara Federal Reserve dan bank sentral lainnya, khususnya Bank Sentral Eropa (ECB).

"Tesis kerja kami adalah bahwa kami mungkin bakal memandang puncak dolar AS sekitar pertengahan tahun," kata Shaun Osborne, kepala strategi valas di Scotiabank di Toronto.

"Itu didasarkan pada pandangan bahwa puncak inflasi berfaedah puncak Fed dan itu berfaedah puncak dolar AS. Tapi sangat mungkin kita telah melihatnya lebih awal dari perkiraan kita."

Laporan ekonomi Senin (3/4/2023) menunjukkan aktivitas manufaktur AS pada Maret merosot ke level terendah dalam nyaris tiga tahun lantaran pesanan baru terus berkontraksi. Institute for Supply Management (ISM) mengatakan PMI manufakturnya turun menjadi 46,3 bulan lalu, terendah sejak Mei 2020, dari 47,7 pada Februari.

Pengeluaran bangunan AS juga melemah, turun 0,1 persen pada Februari setelah meningkat 0,4 persen pada Januari.

Dolar memperpanjang kerugian setelah info Senin (3/4/2023).

Pada Senin (3/4/2023), biaya federal berjangka memperkirakan kesempatan 65 persen untuk kenaikan suku kembang 25 pedoman poin (bp) lainnya oleh Fed pada Mei. Pedagang berjangka juga memperkirakan jarak pada Juni dan penurunan suku kembang pada Desember.

Di area euro, pedagang memperkirakan sekitar 60 pedoman poin pengetatan lebih lanjut oleh ECB pada akhir tahun setelah info nang dirilis pada Jumat (31/3/2023) menunjukkan percepatan pertumbuhan nilai inti di area euro.

Euro terakhir naik 0,6 persen pada 1,0905 dolar, setelah menyentuh level terendah satu pekan di 1,0788 dolar di awal sesi.

"Meskipun kemungkinan Fed selesai alias nyaris selesai, kita bakal memandang sedikit lebih banyak pengetatan oleh ECB. Oleh lantaran itu kita memperkirakan euro/dolar mencapai 1,10-1,12 dolar pada paruh kedua tahun ini," kata Osborne dari Scotiabank.

Indeks dolar, nang mengukur mata duit terhadap sekeranjang enam mata duit utama lainnya termasuk euro, turun 0,9 persen pada 102,01.

Fokus pekan ini bakal tertuju pada laporan pekerjaan AS pada Jumat (7/4/2023), meskipun banyak pasar bakal tutup untuk liburan Paskah.

Terhadap mata duit Jepang, dolar turun 0,3 persen menjadi 132,44 yen, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak sekitar pertengahan Maret.

Sterling menguat 0,8 persen pada 1,2422 dolar, sementara dolar merosot terhadap franc Swiss menjadi 0,912 franc.

Dolar Australia nang sensitif terhadap akibat terakhir naik 1,5 persen pada 0,6790 dolar AS menjelang pertemuan kebijakan bank sentral pada Selasa. Pasar memperkirakan 85 persen kesempatan bank sentral bakal mempertahankan suku kembang stabil setelah 10 kali kenaikan. Dolar Australia sebelumnya mencapai level tertinggi satu bulan versus greenback.

Di pasar duit kripto, Dogecoin, koin meme nang didukung oleh pendiri Tesla Inc, Elon Musk, melonjak 27 persen menjadi 0,10 dolar AS setelah laman web Twitter menggunakan ikon anjing token alih-alih burung biru situs web media sosial nang biasa, kata para pelaku pasar.*

Berita lain dengan Judul: Dolar naik lantaran kekhawatiran inflasi setelah OPEC+ pangkas produksi
Berita lain dengan Judul: Yuan tergelincir 88 pedoman poin menjadi 6,8805 terhadap dolar AS

:







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close