Trending

Dirut: BNI berpeluang kembangkan potensi bisnis di Afrika - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

BNI berbareng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain bisa bersinergi untuk menggarap proyek strategis di benua Afrika melalui kerja sama pemerintah dengan badan upaya alias Public Private Partnership (PPP),

Jakarta (BERITAJA.COM) - Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyatakan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI mempunyai kesempatan besar untuk mengembangkan potensi upaya dalam skala global, khususnya di Benua Afrika.

Dalam keterangan di Jakarta, Minggu, dia menyatakan memandang tetap banyak area nan perlu dikembangkan melalui sinergi dan kerjasama lintas segmen, bagian alias satuan dalam melakukan eksekusi bisnis.

“Kondisi perekonomian bumi bakal semakin penuh tantangan pada tahun 2023 ini. Namun kita berambisi semua bisa dilalui dengan penuh kesiapan dan kehati-hatian,” katanya.

Sementara itu, Komisaris Utama BNI Agus Martowardojo menyampaikan Indonesia tetap optimistis bisa melewati tantangan perekonomian bumi pada tahun 2023.

Menurut dia, saat negara-negara lain mengalami perlambatan ekonomi, Indonesia bisa mengakselerasi pertumbuhan didukung esensial ekonomi nan baik, pulihnya permintaan masyarakat, serta keahlian positif ekspor komoditas.

“Kita kudu yakini bahwa ketidakpastian dan volatilitas dunia bakal membaik di tahun 2023,” kata Agus.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan menyampaikan Kemenlu mempunyai misi menyasar pasar potensial dan memperkuat jaringan di Benua Afrika.

Menurut dia, BNI berbareng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain bisa bersinergi untuk menggarap proyek strategis di benua Afrika melalui kerja sama pemerintah dengan badan upaya alias Public Private Partnership (PPP), nan mana BUMN datang berbareng baik melalui pembiayaan, konstruksi, dan jasa lainnya.

Sebagai gambaran, tahun 2022 BNI bisa mendorong peningkatan nomor perdagangan 76,7 persen dan satu-satunya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) nan luas jaringannya secara internasional hingga mempunyai delapan instansi bagian di luar negeri.

“Saya rasa ini modal luar biasa nan bisa kita lakukan bersama, kita punya peran BNI dan teman-teman BUMN berbareng Kemenlu, gimana bisa melakukan ekspansi berbareng ke negara-negara nan memiliiki pasar potensial. Kita bisa berperan-serta aktif berbareng di forum internasional,” ujar Cecep.

Ia mengatakan hubungan Kemenlu dengan BNI terjalin cukup lama sehingga bisa menyatukan visi untuk mengupayakan pembangunan prasarana di ASEAN dan Indo-Pasifik.

Hal ini juga berangkaian dengan pengembangan prasarana hijau alias green infrastructure, digital transformation, dan innovative financing nan sejalan dengan program BNI.

Pihaknya mencatat, terdapat 266 proyek multilateral senilai 238 miliar dolar AS dan 140 proyek bilateral senilai 71,4 miliar dolar AS unik dengan Indonesia.

Selain itu, BNI proaktif mengembangkan program di luar negeri ialah Diaspora Loan nan diluncurkan berbareng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), demikian Cecep Herawan .

Berita lain dengan Judul: BNI Siapkan Pembiayaan Perdagangan ke Afrika

Berita lain dengan Judul: Kemlu gandeng BNI untuk pembekalan diplomat madya

Berita lain dengan Judul: BNI siap bawa UMKM Indonesia ke pasar Eropa

Berita lain dengan Judul: BNI targetkan pertumbuhan dua digit di instansi bagian luar negeri



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close