Trending

Diet Mediterania bisa turunkan kecemasan dan stres pada lansia - Beritaja

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Penelitian terbaru tentang diet Mediterania menunjukkan pola makan tersbeut, selain mempromosikan kesehatan fisik, juga memainkan peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan mental terutama bagi orang lanjut usia.

Diet Mediterania mengenai dengan banyak faedah kesehatan, termasuk akibat yang lebih rendah terhadap kondisi kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Medical Daily, Jumat (17/5), menulis bahwa diet Mediterania menekankan konsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, minyak sehat, dan jumlah moderat ikan dan makanan laut.

Menurut studi terbaru dari University of South Australia, kepatuhan yang lebih baik terhadap diet Mediterania dapat membantu mengurangi indikasi stres dan kekhawatiran pada orang dewasa lansia. Temuan tersebut didasarkan pada sebuah studi yang dilakukan di antara 294 peserta berumur 60 tahun ke atas di Australia.

Baca juga: Studi sebut diet mediterania dapat kurangi akibat hipertensi

"Kepatuhan terhadap diet Mediterania berbanding terbalik dengan keppetunjukan indikasi kekhawatiran secara independen dari usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, tidur, akibat kognitif, dan keahlian untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kepatuhan terhadap diet Mediterania juga berbanding terbalik dengan indikasi stres secara independen dari usia, jenis kelamin, IMT, aktivitas fisik, dan tidur. Namun, tidak ada hubungan antara kepatuhan terhadap diet Mediterania dan indikasi depresi yang diamati," para peneliti menulis dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nutrients.

Para peneliti mengidentifikasi bahwa faedah kesehatan mental berasal dari elemen-elemen spesifik dari diet Mediterania seperti buah-buahan, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan konsumsi rendah minuman manis.

"Kacang-kacangan dan kacang-kacangan kaya serat, lemak sehat, dan antioksidan yang kemungkinan membantu menghasilkan kuman baik dalam usus, menurunkan peradangan, dan pada gilirannya mempunyai pengaruh yang menguntungkan pada kesehatan otak. Asupan sayuran yang lebih tinggi juga mengenai dengan indikasi depresi yang lebih rendah, meskipun kami terkejut bahwa temuan secara keseluruhan tidak lebih kuat untuk meredakan depresi dan ini memerlukan studi lebih lanjut," kata salah seorang penulis studi Dr. Anthony Villani.

Para peneliti percaya temuan mereka bakal memberikan lebih banyak harapan, oleh lantaran itu mereka membuka kemungkinan untuk menyertakan diet Mediterania sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam mengelola beragam hasil mengenai kesehatan.

"Sekarang sudah ada bukti yang cukup tentang hasil positif diet terhadap beragam penyakit kronis, dan itu sangat dapat diterapkan dalam praktek. Misalnya, saya dapat merekomendasikan diet Mediterania untuk mendukung manajemen glukosuria seseorang, mengetahui bahwa perihal itu juga dapat mempunyai hasil yang diinginkan pada kesehatan mental mereka," Lisa Allcock, yang memimpin studi tersebut, mengatakan.

Baca juga: Diet mediterania hijau bantu turunkan berat badan dan akibat diabetes

Baca juga: Diet dengan minyak oliva kurangi akibat kematian akibat demensia

Baca juga: Sesekali tak makan dagingmampu berfaedah bagi penderita penyakit hati


 

: Putri Hanifa
Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close