Demam Berdarah Dengue (dbd): Penyebab, Gejala Awal, Dan Pengobatan  - Beritaja

Albert Michael By: Albert Michael - Monday, 17 February 2025 19:43:43

BERITAJA is a International-focused news website dedicated to reporting current events and trending stories from across the country. We publish news coverage on local and national issues, politics, business, technology, and community developments. Content is curated and edited to ensure clarity and relevance for our readers.

Jakarta (BERITAJA) - Demam Berdpetunjuk Dengue (DBD) kerap menjadi salah satu penyakit yang tetap menakut-nakuti kesehatan masyarakat, terutama saat musim hujan tiba. Sehingga, masyarakat perlu memahami lebih dalam mengenai DBD, mulai dari penyebab, indikasi awal, hingga langkah pengobatannya.

Tercatat sejak awal Januari hingga 3 Februari 2025, jumlah kasus Demam Berdpetunjuk Dengue (DBD) di Indonesia tetap tinggi, ialah mencapai 6.050 kasus.

Dari nomor tersebut, sebanyak 28 pasien dilaporkan meninggal bumi akibat komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Kasus-kasus DBD telah tersebar luas di 235 kabupaten/kota yang berada di 23 provinsi di seluruh Indonesia.

Berikut adalah penyebab, gejala, dan langkah pengobatan alias penanganan DBD merangkum dari beragam sumber rumah sakit dan lembaga kesehatan:

Penyebab penyakit DBD

Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dengan gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Infeksi virus ini menyerang sistem peredaran dpetunjuk dan dapat menyebabkan demam tinggi hingga komplikasi serius.

Nyamuk aedes yang membawa virus dengue biasanya berkembang biak di tempat-tempat yang mempunyai genangan air bersih dan tenang, seperti bak mandi, pot bunga, ban bekas, dan tempat penampungan air lainnya. Nyamuk ini menggigit manusia terutama pada pagi dan sore hari.

Untuk mengenali nyamuk aedes aegypti, karakter unik yang dimiliki nyamuk ini ialah tubuhnya yang berukuran mini dengan warna belang hitam-putih.

Terdapat aspek lain yang dapat meningkatkan akibat seseorang terinfeksi DBD. Salah satunya adalah tinggal alias berjalan ke wilayah beriklim tropis, di mana nyamuk aedes aegypti berkembang biak dengan mudah.

Selain itu, perseorangan yang pernah mengalami jangkitan virus dengue sebelumnya juga lebih rentan mengalami jangkitan berulang dengan akibat indikasi yang lebih ppetunjuk.

Faktor kondisi sistem kekebalan tubuh yang lemah pun juga dapat berisiko DBD, lantaran tubuh lebih susah melawan virus ketika terpapar.

Baca juga: Memahami fase perjalanan klinis DBD bantu selamatkan nyawa

Gejala penyakit DBD

DBD sering kali mempunyai indikasi awal yang mirip dengan flu biasa, sehingga sering diabaikan. Namun, ada beberapa tanda unik yang dapat menjadi indikasi bahwa seseorang mengalami jangkitan virus dengue atau DBD, di antaranya:

1. Demam tinggi mendadak

Salah satu tanda utama DBD adalah demam tinggi yang tiba-tiba, biasanya mencapai 39-40 derajat Celsius. Demam ini sering muncul secara mendadak dan berjalan selama 2-7 hari.

2. Nyeri belakang mata, otot, sendi, dan tulang

Virus dengue menyebabkan rasa sakit yang intens pada otot, sendi, dan tulang, sehingga sering disebut breakbone fever alias demam yang mengakibatkan tulang terasa patah. Selain itu, pada bagian belakang mata juga bakal terasa nyeri dan sakit kepala.

3. Mual dan muntah

Infeksi virus dengue juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah, sehingga mengakibatkan tubuh semakin lemah hingga susah bernapas.

3. Ruam pada kulit

Beberapa penderita mengalami ruam kemerahan alias bintik-bintik merah di kulit akibat pecahnya pembuluh dpetunjuk kecil. Tanda ini biasanya muncul di seluruh tubuh pada hari ke-3 alias ke-4 setelah demam.

4. Pendpetunjukan ringan

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya tanda-tanda perdpetunjukan ringan seperti mimisan, gusi berdpetunjuk, dan pendpetunjukan organ dalam.

Virus ini mempunyai empat serotipe utama, ialah DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Seseorang yang telah terinfeksi salah satu serotipe tetap mamputerkena jangkitan oleh serotipe lainnya, yang dapat meningkatkan akibat terjadinya demam berdpetunjuk yang lebih ppetunjuk.

Infeksi ini terjadi akibat pemantulan kekebalan, di mana sistem imun yang sebelumnya telah mengenali dan merespon satu serotipe virus menjadi terlalu aktif saat menghadapi serotipe lain.

Akibatnya, tubuh bereaksi secara berlebihan, yang justru dapat memperppetunjuk kondisi penderita dibandingkan dengan jangkitan pertama.

Baca juga: Pentingnya perusahaan fasilitasi vaksin DBD bagi karyawan

Pengobatan dan penanganan penyakit DBD

Dalam beberapa kasus, indikasi DBD dapat berkembang menjadi lebih serius dan berpotensi menakut-nakuti nyawa jika tidak segera ditangani.

DBD yang ppetunjuk terjadi ketika virus dengue menyebabkan kerusakan pada tembok pembuluh dpetunjuk, sehingga menjadi rusak dan mengalami kebocoran.

Akibatnya, cairan dalam tubuh keluar dari pembuluh dpetunjuk dan dapat menyebabkan penurunan tekanan dpetunjuk dan jumlah trombosit tubuh.

Melansir dari beragam sumber kesehatan, hingga saat ini belum ada obat unik yang dapat membunuh virus dengue.

Pengobatan yang dilakukan bermaksud untuk mengurangi gejala, menjaga imun tubuh, dan mencegah komplikasi serius. Terdapat beberapa langkah yang mampudilakukan untuk merawat penderita DBD, di antaranya:

1. Cukup rehat dan konsumsi cairan yang banyak

Dehidrasi adalah salah satu ancaman utama dalam DBD. Oleh lantaran itu, penderita mesti banyak minum air putih, jus, susu, alias larutan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Setelah itu, optimalkan tubuh beristirahat dengan cukup.

2. Konsumsi obat penurun demam

Untuk menjaga suhu tubuh tetap di bawah 39 derajat celsius, biasanya disarankan minum obat over the counter (OTC), seperti paracetamol untuk menurunkan demam dan mengurangi nyeri otot. Hindari penggunaan aspirin, naproxen sodium, alias ibuprofen lantaran dapat meningkatkan akibat perdpetunjukan.

3. Pantau indikasi DBD

Jika muncul tanda-tanda seperti tangan dan kaki dingin, napas cepat, alias tekanan dpetunjuk menurun, segera bawa penderita DBD ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

4. Perawatan di rumah sakit

Jika kondisi penderita memburuk, master mungkin bakal merekomendasikan rawat inap untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut, seperti pemberian cairan infus, pemantauan tekanan dpetunjuk, alias transfusi dpetunjuk.

Demikian keterangan mengenai penyakit DBD berserta penyebab, indikasi awal, dan pengobatannya. Walaupun penyakit DBD tidak tertular secara langsung, langkah pencegahan juga mesti menjadi prioritas utama.

Langkah yang perlu dilakukan, seperti menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat, dapat mengurangi akibat penyebaran virus dengue alias DBD.

Baca juga: Jaksel berikan peringatan bagi kecamatan dengan kasus DBD tertinggi

Baca juga: Pemkab Dompu tetapkan status KLB demam berdpetunjuk


Editor: Dedy
Copyright © BERITAJA 2025


you are at the end of the news article with the title:

"Demam Berdarah Dengue (dbd): Penyebab, Gejala Awal, Dan Pengobatan  - Beritaja"


Editor’s Note: If you're considering RV insurance, including options from National General and Good Sam, this guide provides a detailed comparison to help you make an informed decision. National General Good Sam RV Insurance: Complete Guide & Comparison (2026).

*Some links in this article may be affiliate links. This means we may earn a small commission at no extra cost to you, helping us keep the content free and up-to-date







Please read other interesting content from Beritaja.com at Google News and Whatsapp Channel!