Trending

China nilai anggapan ekspor NEV lantaran over kapasitas tak masuk akal - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Beijing (BERITAJA) - Ketika negara-negara Barat tertentu menganggap peningkatan ekspor mobil listrik namalain kendaraan daya baru (new energy vehicle/NEV) China sebagai akibat dari kelebihan kapabilitas (overcapacity) dalam negeri, beberapa pejabat China memberikan sanggahan sekaligus menegaskan bahwa narasi yang berbasis ekspor itu sangat tidak masuk akal.

He Hailin, seorang pejabat Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, mengatakan bahwa kapabilitas produksi suatu negara yang melampaui permintaan domestik merupakan kejadian umum secara dunia lantaran mencerminkan kelebihan komparatif dan hasil dari spesialisasi tenaga kerja (labor division).

He melontarkan pernyataan tersebut saat berbincang dalam bagian kelima China Economic Roundtable, sebuah platform obrolan lintas media yang diselenggarakan oleh Kantor Berita .

"Sebagai contoh, 80 persen cip yang diproduksi di Amerika Serikat (AS) diekspor, 50 persen mobil Jepang dijual ke luar negeri, dan nyaris 80 persen output otomotif Jerman dikirim ke pasar luar negeri," ujar Ding Weishun, seorang pembicara tamu lainnya yang juga pejabat di Kementerian Perdagangan China.

Dia menambahkan bahwa pesawat terbang yang diproduksi oleh Boeing dan Airbus juga sangat berjuntai kepada pasar luar negeri.

Sebaliknya, Din menambahkan, ekspor NEV China hanya mencakup sebagian mini dari total produksinya.

Ketika 9,59 juta NEV diproduksi di China tahun lalu, lebih dari 12 persen di antaranya diekspor, kata Ding. China lebih banyak melayani pasar domestiknya, daripada membanjiri pasar luar negeri dengan NEV murah.

Sangat tidak tepat untuk menentukan apakah suatu produk tertentu mengalami kelebihan kapabilitas alias tidak berasas ekspornya, ujar He seraya mengkritik upaya beberapa negara untuk memengaruhi perdagangan dunia yang normal berasas penilaian sepihak tersebut.

Sistem ekonomi dan perdagangan internasional yang terbuka serta kooperatif membawa faedah berbareng dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia, yang mesti dihargai dan dipertahankan oleh semua negara, He menuturkan.
 


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close