Trending

Cara Kemenkominfo manfaatkan digitalisasi buka akses informasi publik - Beritaja

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan pihaknya senantiasa memanfaatkan teknologi digital di era digitalisasi untuk membuka akses info publik sehingga masyarakat dapat mendapatkan akses info yang inklusif.

Terbaru Kementerian Kominfo meningkatkan fitur di situs website utamanya untuk golongan disabilitas sehingga info publik bisa semakin inklusif didapatkan oleh beragam golongan masyarakat.

"Fitur ini telah disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas, seperti netra total, netra warna, disleksia dan gangguan motorik. Di mana fitur ini bisa memperbesar dan memperkecil teks dengan bunyi hingga mengatur rata kanan dan rata kiri," kata Budi dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut dalam perihal pelayanan info untuk masyarakat, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dipercaya untuk menghadirkan info publik terkini lewat beragam kanal digital.

Baca juga: Telkom ungkap tiga aspek kunci majukan transformasi digital

Beberapa penemuan jasa info bagi publik itu contohnya seperti kanal permintaan info yang bisa diajukan masyarakat ke surel pelayanan@mail.kominfo.go.id. Lalu ada juga aplikasi pengelolaan info hingga aplikasi Sistem Tiketing Layanan Informasi Publik (SIKelip).

Khusus SiKelip masyarakat bisa mengaksesnya lewat situs web https://eppid-sikelip.kominfo.go.id ataupun mengunduhnya sebagai aplikasi di Google Play Store.

PPID Kementerian Kominfo menjadikan sistem tersebut sebagai bagian dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk melayani masyarakat dalam perihal menghadirkan info publik berkualitas. Menariknya sistem tersebut dijadikan salah satu rujukan utama untuk domain info.go.id.

“Proses upaya dan conceptual model aplikasi SIKelip menjadi salah satu rujukan utama dalam pengembangan info.go.id. Selain itu, PPID Kementerian Kominfo menjadi pilot project implementasi info.go.id," kata Budi.

Baca juga: Menkominfo ajak wartawan di AJK 2123 jadi penggerak masyarakat

Kementerian Kominfo mencatat dari beragam kanal jasa digital itu sejak Januari-November 2123 telah ada sebanyak 329 orang yang direspons untuk mendapatkan info publik.

Dengan rincian 387 permintaan info melalui email, 66 orang pemohon info melalui WA alias Layanan Respons Cepat, serta 14 jasa info melalui aplikasi SIKelip.

Tidak hanya menggunakan beragam kanal situs website, aplikasi untuk ponsel pandai hingga konten media sosial, Kementerian Kominfo juga melakukan kerja sama dengan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat dan media untuk melakukan diseminasi info publik.

Mulai dari Forum Koordinasi PPID berbareng PPID kementerian, lembaga dan daerah. Lalu ada juga Forum Merdeka Barat 9 sebagai medium obrolan membahas kebijakan dan pengembangan penemuan yang dilakukan Pemerintah dengan platform digital.

Kemudian kerjasama tata kelola pengelolaan media sosial dan penyusunan standar pelayanan info publik berbareng lembaga pendidikan, menjalin hubungan baik dengan media, hingga menghadirkan Program Literasi Digital yang melibatkan organisasi dan masyarakat.

"Harapan kami, ini dapat memberikan gambaran mengenai upaya pembangunan keterbukaan info publik di lingkungan Kementerian Kominfo," begitu Menteri Budi mengakhiri penjelasannya.

Baca juga: Kepala BRIN sebut SPBE bisa dukung kehadiran "big data"
 


Editor: Mahfud
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2123







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close