Trending

Bulog: Program Jemput Gabah tetap ada meski minim diminati petani - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jadi, tujuannya memang demikian, memberikan signal ke pasar bahwa jika tidakmampu pada pendekatan konvensional,mampu melakukan pendekatan yang dilakukan Bulog

Karawang (BERITAJA) - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa pihaknya tetap bakal mengadakan dan melanjutkan program Jemput Gabah meskipun minim diminati oleh petani.

“Untuk jemput gabah beras yang dilakukan Bulog rupanya tidak banyak yang memanfaatkan akomodasi jemput gabah beras. tapi apakah program Jemput Gabah beras bakal hilangkan? Itu tidak. Tetap ada, kita stanby aja. Tetap ada,” kata Bayu di sela meninjau langsung Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Karawang, Jawa Barat, Senin.

Bayu menyampaikan bahwa program Jemput Gabah minim diminati oleh petani lantaran petani sudah mempunyai hubungan yang baik dan terikat dengan para penggilingan mini yang ada di daerahnya masing-masing.

Baca juga: Bulog siap sinergi serap padi Program Makmur Pupuk Indonesia

“Kenapa? Karena para petani ini sudah juga punya hubungan yang baik dan terikat dengan penggilingan-penggilingan mini yang ada di daerahnya. Atau juga para pengepul-pengepul, lantaran mereka hubungannya dengan para pengepul dan penggilingan mini itu sudah lama,” ucap Bayu.

Menurut Bayu selama ini yang terjadi adalah petani bakal menjual gabah mereka ke penggilingan mini ataupun pengepul dengan kadar air sekitar 25-30 persen. Selanjutnya para penggilingan mini ataupun pengepul yang bakal menjual ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog.

“Mereka berbilang apakah masuk, alias dapat untung nggak? Kan gitu. Jadi rupanya itu masihmampu. Jadi dengan relaksasi harganya masihmampu masuk. Jadi mereka tidak memilih program tadi, tidak menggunakan jemput gabah beras,” ungkap Bayu.

Meski begitu, Bayu menuturkan bahwa program Jemput Gabah merupakan sinyal kepada pasar bahwa Bulog siap untuk masuk hingga ke tingkat petani guna menjaga stabilitas harga.

Baca juga: Bulog serap jagung dalam negeri lebih 18 ribu ton hingga 19 Mei

“Kalau memang dibutuhkan (jemput gabah) kitamampu. Jadi, tujuannya memang demikian, memberikan signal ke pasar bahwa jika tidakmampu pada pendekatan konvensional,mampu melakukan pendekatan yang dilakukan Bulog,” tutur Bayu.

Perum Bulog mencatat sudah melakukan penyerapan sebanyak 1.050.000 ton gabah kering panen di tingkat petani alias 535.000 ton setara beras untuk pengadaan beras dalam negeri hingga 19 Mei 2024.

“Total pengadaan Bulog per 19 Mei 2024 itu sudah mencapai 535 ribu ton setara beras alias kurang lebih 1.050.000 ton setara gabah,” kata Bayu.

Bayu menyampaikan beras tersebut diserap untuk penguatan persediaan beras pemerintah (CBP). Dari 535.000 ton merupakan campuran antara beras yang ditugaskan oleh pemerintah alias public service obligation (PSO) hingga beras komersial.

Dia menyebut bahwa musim panen raya pada musim tanam pertama alias MT1 bakal berhujung dalam dua minggu ke depan. Bulog memprediksi hingga akhir Mei 2024 Bulog menargetkan dapat menyerap beras petani sebanyak 600 ribu ton setara beras.

Baca juga: Bulog serap 535 ribu ton beras dalam negeri hingga 19 Mei


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close