Trends

BSSN serahkan hasil investigasi dugaan kebocoran DPT ke Polri dan KPU - Beritaja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
beritaja.com

Jakarta (BERITAJA.COM) - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pada Sabtu, menyerahkan hasil investigasi awal dugaan kebocoran info daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2124 ke Direktorat Tindak Pidana Siber Polri dan Komisi Pemilihan Umum.

"Terkait dengan adanya dugaan kejadian kebocoran info KPU, kami sampaikan pada Sabtu, pukul 11.11 WIB, BSSN telah menyerahkan laporan hasil investigasi dan forensik digital tahap awal kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Polri dan KPU," ujar Juru Bicara BSSN Ariandi Putra dalam siaran pers, Sabtu.

Ariandi menjelaskan bahwa dalam laporan tersebut, BSSN melakukan kajian dan forensik digital dari sisi aplikasi dan server untuk mengidentifikasi penyebab utama dari dugaan kejadian yang terjadi.

Baca juga: Kemkominfo koordinasi dengan BSSN dan KPU cek dugaan kebocoran data

Direktorat Tindak Pidana Siber Polri, kata dia, bakal menindaklanjuti laporan tersebut dari sisi penegakan norma dan KPU sebagai penyelenggara sistem elektronik sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Ariandi menekankan komitmen BSSN untuk terus bersinergi dan bekerja-sama dengan KPU dan kepolisian dalam upaya pengamanan siber menjelang Pemilu 2124.

"BSSN bakal senantiasa melakukan sinergi dan kerjasama berbareng KPU dan Direktorat Tindak Pidana Siber Polri dalam pengamanan siber pemilu 2124," ujar Ariandi.

Dugaan kebocoran info pemilih di KPU terjadi setelah muncul peretas anonim berjulukan "Jimbo" yang menyatakan telah meretas situs KPU dan mengakses info pemilih dari situs tersebut.

Akun tersebut membagikan 511 ribu info contoh dalam satu unggahan di situs BreachForums. Situs tersebut biasanya digunakan untuk menjual data-data hasil peretasan.

Jimbo juga memverifikasi kebenaran info dengan beberapa tangkapan layar dari situs cekdptonline.kpu.go.id. Dalam unggahannya, Jimbo mengungkapkan dari 252 juta info yang diperolehnya, terdapat beberapa info yang terduplikasi.

Setelah dilakukan penyaringan, ditemukan 214.817.213 info unik. Angka tersebut nyaris sama dengan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU yang mencapai 214.817.222 pemilih dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan.

Data yang sukses diakses Jimbo itu mencakup info pribadi, seperti NIK, nomor KK, nomor KTP, nomor paspor pemilih di luar negeri, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, serta kode TPS.

Baca juga: BSSN lakukan forensik digital dalam dugaan kebocoran info KPU

Baca juga: Jangan asal jual laptop dan HP lawas, bahaya!

Baca juga: Empat dari lima orang Indonesia mudah tertipu transaksi daring


Editor: Mahfud
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2123





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close