Trending

BP Tapera mengembangkan berbagai manfaat menarik bagi penabung mulia - Beritaja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Semoga inimampu segera dilaksanakan, sehingga masyarakat percaya bahwa Tapera ini berfaedah bagi mereka, bukan hanya bagi MBR...

Jakarta (BERITAJA) - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengatakan sedang mengembangkan beragam faedah yang dapat dirasakan oleh para penabung mulia alias peserta yang tidak masuk dalam golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sudah mempunyai rumah.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan faedah yang sedang dikembangkan bagi para penabung mulia, antara lain konsep pembiayaan untuk angsuran pembaharuan rumah dengan tenor yang panjang dan kembang di bawah pasaran, serta kerja sama dengan merchant di sektor perumahan untuk memberikan potongan nilai unik bagi peserta Tapera.

“Kami juga sedang mengembangkan skema KPR bagi generasi milenial dan Gen Z dengan tenor 30-35 tahun dan kembang murah. Kemudian, skema unik Gen Z, misalnya mereka dengan penghasilan sekianmampu mengakses biaya perumahan,” kata Heru dalam wawancara dengan BERITAJA, di Jakarta, Selasa.

“Semoga inimampu segera dilaksanakan, sehingga masyarakat percaya bahwa Tapera ini berfaedah bagi mereka, bukan hanya bagi MBR, tetapi juga para penabung mulia yang sudah punya rumah untuk pembaharuan rumah dan mengisi perabotan rumah dengan nilai diskon,” katanya pula.

Sejak Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera ditetapkan pada 20 Mei 2024, penolakan publik terhadap program ini tetap terus bergulir.

Pekerja menolak keras tanggungjawab ini, lantaran penghasilannya bakal kena potongan tambahan 2,5 persen. Pengusaha juga keberatan andaikan mesti menanggung 0,5 persen dari beban iuran tersebut. Belum lagi, pekerja dan perusahaan juga mesti menanggung beban iuran yang sudah ada, seperti pajak penghasilan, agunan kesehatan, dan agunan ketenagakerjaan.

Sejumlah pekerja juga menolak Tapera, lantaran tidak semua orang dapat menerima faedah pembiayaan perumahan. Persyaratan pembiayaan Tapera terbatas kepada golongan masyarakat berpenghasilan rendah alias mempunyai penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan, serta belum punya rumah.

Menurut Heru, sifat wajib iuran Tapera bagi masyarakat sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa BP Tapera hingga saat ini belum berencana untuk melakukan pemotongan ataupun membuka simpanan kepesertaan baru.

BP Tapera saat ini hanya mengelola biaya dari dua sumber, ialah biaya APBN untuk akomodasi likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan biaya Tapera untuk peserta PNS eks Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum-PNS).

Heru menambahkan bahwa BP Tapera, sebagai lembaga baru yang baru beraksi pada 2019, tetap konsentrasi melakukan pembenahan tata kelola dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat.

Program Tapera diberlakukan paling lambat 2027.
Baca juga: BP Tapera: Untuk bantu satu orang MBR dibutuhkan 150 penabung mulia
Baca juga: BP Tapera: Sifat wajib iuran Tapera sudah sesuai dengan UU


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close