Trends

Boleh redakan stres dengan makan asal paham porsi - Beritaja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
beritaja.com

Jakarta (BERITAJA.COM) - Psikolog klinis dewasa lulusan Universitas Indonesia Tiara Puspita, M.Psi, mengatakan jika saat stres mendorong seseorang untuk makan, dia mesti memahami apakah dorongan itu disebabkan lapar alias pelampiasan serta dia juga mesti memahami porsi makan.

“Misalnya lagi lapar mau makan kita tahu batas porsi kita seberapa normalnya. Pada saat kita tidak sedang kelaparan itu yang krusial lantaran itu yang bisa membantu kita menjaga seberapa banyak, sih, kita makan satu porsi ketika kita capek alias stres yang bawaannya lapar,” ucap Tiara di Jakarta, Rabu.

Beberapa orang kerap meredakan stresnya dengan mengonsumsi makanan kesukaan. Namun, sering kali dia secara tidak sadar makan dalam porsi banyak yang akhirnya bakal menimbulkan masalah baru pada kesehatan.

Baca juga: Kapan kita sebaiknya melakukan "self care" untuk cegah stres?

Saat stres biasanya porsi makan bakal bertambah separuh dan itu datang secara tidak sadar. Jika memang sudah menjadi kebiasaan, Tiara menyarankan untuk berolahraga sesudahnya untuk membakar kalori sehingga makanan tersebut tidak mengendap dan bisa terkontrol kemudian hari.

Tiara juga sering menyarankan pasiennya yang tinggal sendiri untuk jangan menimbun makanan bungkusan di rumahnya dalam jumlah yang banyak. Sebaiknya bagi porsi cemilan ke dalam bungkusan lebih mini agar tetap dalam batas yang wajar.

“Hindari juga snacking (mengudap) sedikit tidak pada saat nonton TV, pakai bungkusan wadah mini sehingga nggak tanpa sadar habis, mau es krim, snack alias apapun itu,” kata dia.

Makan bisa jadi merupakan langkah memberikan bingkisan kepada diri sendiri yang dapat menenangkan kondisi yang sedang stres. Memberikan bingkisan kepada diri sendiri juga bisa diterapkan pada anak-anak agar tidak terlalu jenuh dengan rutinitas.

Meskipun anak belum bisa mengerti gratifikasi untuk dirinya sendiri, orang tua bisa membimbing dengan tidak terlalu memforsir anak belajar dan membagi waktu anak untuk bersantai.

“Karena untuk melatih kontrol mereka kapan sih belajar, kapan boleh rileks itu bisa ditanamkan sejak awal untuk bisa mengontrol apa yang dia butuhkan apa yang dia inginkan bisa menyeimbangkan itu,” kata konsultan di Tiga Generasi ini.

Orang tua juga bisa mencontohkan dengan sering membujuk anak berjalan-jalan alias mengingatkan untuk bersantai. Kenali juga preferensi kesukaan anak agar anak juga bisa menikmati waktu bersantainya dengan perihal yang disukainya.

Baca juga: Kiat mengelola stres dalam menjalani peran sebagai orang tua

Baca juga: Lima langkah kurangi stres tanpa sebabkan kantong kering

Baca juga: Lima aspek penyebab rambut rontok

Baca juga: Enyahkan stres di instansi lewat empat langkah ini 


Editor: Mahfud
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close