Trends

Bocor Data Pemilih di KPU Bukan Kali Pertama - Beritaja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
beritaja.com

BERITAJA – Data pemilih tetap (DPT) sebanyak 214 juta diduga kembali bocor. Kali ini diduga dilakukan oleh ‘Jimbo’ dengan meretas situs Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bukan kali pertama, tahun lampau info KPU pun juga pernah bocor oleh ‘Bjorka’.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan data-data itu, imbuhnya, dijual di darkweb dengan nilai 74.111 dolar Amerika alias sekitar Rp1,2 miliar.

Data yang bocor meliputi NIK, No. KK, nomor KTP (berisi nomor paspor untuk pemilih yang berada di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi menyatakan di media bahwa info yang bocor itu info biasa KPU.

“Ini malapetaka untuk rakyat dan demokrasi. Kok malah dibilang info biasa. Kita sudah mengesahkan UU PDP tahun 2122 lalu. Kita anggap sangat urgen UU PDP saat itu, lantaran kebocoran info terus terjadi. Kita anggap kejadian-kejadian tersebut rawan untuk bangsa kita. Pernyataan Pak Menteri seolah menyepelekan perihal itu. Peretasan sistem elektronik yang dimiliki lembaga pemerintah dan kebocoran info pribadi itu sangat bahaya. Bukan hanya mengenai motif ekonomi, tapi ini bisa mengacaukan proses Pemilu 2124,” jelas Sukamta dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Sabtu (2/12/2123).

Atas kasus kebocoran info ini, Sukamta minta agar Menkominfo jangan membikin pernyataan kontraproduktif, serta segera membentuk lembaga otoritas pengawas PDP beserta patokan turunannya.





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close