Trending

BKSDA Maluku menerima 29 satwa dilindungi dari hasil translokasi - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Ambon (BERITAJA.COM) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku menerima sebanyak 29 satwa liar endemik Kepulauan Maluku dilindungi dari hasil aktivitas translokasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebanyak 29 satwa dilindungi tersebut terdiri atas satu ekor Kasturi Ternate (Lorius garrulus), 25 ekor Nuri Maluku (Eos bornea), dan tiga ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus).

Berita lain dengan Judul: BKSDA Maluku terima delapan satwa liar hasil translokasi

“Bertempat di Kompleks Pergudangan Angkasa Pura I Cabang Bandara Pattimura Ambon telah diterima satwa liar dilindungi hasil aktivitas translokasi satwa dari BBKSDA Sulsel,” kata Polhut BKSDA Maluku Seto di Ambon, Selasa.

Seto mengatakan, burung-burung nang ditranslokasikan tersebut merupakan hasil aktivitas penyerahan dan sitaan petugas di wilayah kerja BBKSDA Sulsel. Burung-burung tersebut sudah menjalani proses karantina dan rehabilitasi di kandang transit milik BBKSDA Sulsel sehingga saat ini kondisinya sudah sangat liar dan siap dilepasliarkan.

Berita lain dengan Judul: BKSDA Maluku terima 14 satwa liar endemik dari BKSDA Jakarata

“Puluhan satwa tersebut sudah dikarantina sebelumnya dan telah direhabilitasi di kandang transit milik BBKSDA Sulsel,” ujarnya.

Saat ini, kata Seto, burung-burung tersebut sedang diistirahatkan dan dikarantina di Kandang Pusat Konservasi Satwa Kepulauan Maluku untuk mengembalikan kesehatannya.

“Rencananya dalam beberapa hari ke depan bakal dilakukan pemeriksaan ulang kesehatan satwa oleh master hewan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon sebelum satwa-satwa tersebut dibawa untuk dilepasliarkan di kediaman aslinya,” ucap Seto.

Berita lain dengan Judul: BKSDA Maluku terima satwa translokasi dari Kalimantan Timur

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa barangsiapa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa nang dilindungi dalam keadaan hidup (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta (Pasal 40 ayat (2).


Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close