Trending

BI: Inovasi kebijakan dan sistem pembayaran perkuat ketahanan ekonomi - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

inovasi kebijakan sistem pembayaran untuk pertumbuhan diwujudkan melalui digitalisasi pembayaran serta pengembangan Rupiah Digital

Jakarta (BERITAJA.COM) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penemuan pada kebijakan moneter dan sistem pembayaran bakal memperkuat ketahanan ekonomi.

"Implementasinya, dilakukan melalui penemuan kebijakan moneter nan ditargetkan untuk stabilitas. Sejalan dengan itu, penemuan kebijakan sistem pembayaran untuk pertumbuhan diwujudkan melalui digitalisasi dalam penemuan pembayaran serta pengembangan Rupiah Digital," kata Perry dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Perry pada kuliah (open lecture) "Inovasi Kebijakan Publik bagi Ketahanan Ekonomi Indonesia" di Al Qasimia University (AQU), Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu.

Inovasi sistem pembayaran meliputi QRIS, fast payment, Local Currency Transaction, dan Standar Nasional Open API. Menurut Perry, tantangan dunia seperti akibat perang Ukraina-Rusia, kerawanan daya dan pangan menuntut respons berupa kebijakan nan lebih inovatif.

Dalam kuliah nan dihadiri oleh pengajar dan mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Manajemen serta Fakultas Komunikasi itu, Perry mengawali pengajaran dengan pemaparan mengenai kondisi ekonomi Indonesia ialah pemulihan ekonomi nan terus berjalan dengan esensial ekonomi nan kuat dan percepatan digital nan tinggi.

Berita lain dengan Judul: Survei BI: Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat

Berita lain dengan Judul: BI: Cadangan devisa Februari 2023 meningkat jadi 140,3 miliar dolar AS

"Fundamental ini tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi nan baik, terkendalinya inflasi, defisit neraca perdagangan nan terkelola, dan intermediasi perbankan nan berkembang," ujarnya.

Perkembangan digital ekonomi baik pada perdagangan online, duit elektronik, dan perbankan digital nan tumbuh signifikan, turut dipacu oleh QRIS, digital banking, SNAP dan BI-FAST. Selain itu, ASEAN Cross Border Connectivity dan Local Currency Transaction telah mempermudah transaksi ekonomi lintas negara.

Gubernur BI Perry menuturkan capaian keahlian ekonomi tersebut diperoleh melalui koordinasi nan kuat dalam perumusan kebijakan publik nan menciptakan bauran kebijakan nasional.

Bauran kebijakan nasional terdiri atas lima respons, ialah koordinasi moneter-fiskal, percepatan transformasi keuangan, percepatan sektor riil, digitalisasi ekonomi keuangan, dan ekonomi inklusif-hijau.

Untuk mendukung potensi ekonomi Indonesia, lanjut Perry, diperlukan adanya reformasi struktural. Reformasi tersebut dapat diwujudkan melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA) menjadi ekosistem industri nan berbobot tambah, misalnya melalui pemanfaatan nikel Indonesia menjadi baterai mobil listrik di masa depan.

Selain itu, dia mengatakan tiga kunci ketahanan ekonomi suatu bangsa adalah energi, pangan dan digitalisasi. Dalam ketahanan daya diperlukan pengembangan daya hijau, sementara ketahanan pangan dapat didorong dengan urban farming, dan digitalisasi diperlukan penemuan nan terus menerus.

"Membaca dan memahami di sepanjang usia adalah dasar untuk mempelajari seluruh kejadian di bumi nan berfaedah bagi perumusan kebijakan," ujarnya.

Berita lain dengan Judul: BI: ASEAN jadi sumber pertumbuhan dunia berkah reformasi struktural

Berita lain dengan Judul: BI dan Bank of Korea perpanjang kerja sama swap bilateral

Martha Herlinawati Simanjuntak

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close