Benarkah bau mulut orang berpuasa harum bagi Allah? Ini penjelasannya - BERITAJA
Benarkah bau mulut orang berpuasa harum bagi Allah? Ini penjelasannya - BERITAJA is one of the most discussed topics today. In this article, you will find a clear explanation, key facts, and the latest updates related to this topic, presented in a concise and easy-to-understand way. Read more news on Beritaja.
Jakarta (BERITAJA) - Saat sedang berpuasa, aroma mulut sering kali terjadi dan menjadi perihal yang dikhawatirkan. Kebanyakan orang yang mengalami aroma mulut sering merasa tidak nyaman saat berbincang dengan orang lain, cemas mengganggu musuh bicara. Bahkan, aroma mulut juga dianggap kurang sopan.
Bau mulut yang muncul saat berpuasa lantaran mulut terlalu kering dan kurang air liur. Sehingga, kuman mulut yang biasa bekerja membersihkan sisa makanan di gigi dan lidah, melepaskan gas aroma tak sedap di mulut.
Mulut kering dan produksi air liur berkurang pun diakibatkan tidak ada asupan makanan dan minuman selama waktu berpuasa.
Oleh karena itu, secara medis kesehatan kerap menganjurkan untuk rutin menyikat gigi setelah sahur dan berbuka puasa, berkumur dengan obat kumur, serta banyak konsumsi air putih.
Faktor lain yang menyebabkan aroma mulut saat berpuasa adalah masalah pada sistem pencernaan. Meskipun tidak ada makanan yang dikonsumsi, cairan pencernaan tetap diproduksi oleh tubuh.
Kondisi ini dapat mempengaruhi lapisan lambung, yang pada akhirnya menimbulkan aroma tidak sedap, mirip dengan aroma makanan basi.
Ketika tubuh kehabisan asupan daya dari makanan, dia bakal membakar lemak sebagai sumber energi. Proses ini menghasilkan unsur berjulukan keton, yang terbawa keluar dengan napas dan menyebabkan aroma unik saat berpuasa.
Namun, ada perspektif lain mengenai aroma mulut saat sedang berpuasa ini. Dalam Islam, aroma mulut orang berpuasa sangat wangi bagi Allah SWT.
Baca juga: Apakah orang mudik boleh tidak berpuasa Ramadhan? begini aturannya
Melansir dari laman NU Online, menurut hadits riwayat Imam Bukhari, Rasullullah SAW pernah bersabda.
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوْفُ فَمِّ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ
Artinya: “Demi Zat yang berkuasa atas nyawaku, sungguhbau mulut orang puasa itu lebih wangi menurut Allah daripada aroma misik."
Berdasarkan hadist tersebut, perlu dipahami secara mendalam maknanya lantaran tidak dapat diartikan dengan sebenarnya.
Bau mulut saat berpuasa mungkin tidak menyenangkan bagi manusia, namun bagi Allah SWT, aroma itu mempunyai nilai keberkahan dan pahala yang melimpah. Bukan wangi lantaran penciuman Allah SWT.
Hal ini dikarenakan keikhlasan dan ketakwaan seseorang dalam menjalankan ibadah puasa, mereka rela menahan lapar dan haus demi mendapatkan ridha-Nya. Ini menjadi bukti pengorbanan seorang Muslim dalam menaati perintah Allah SWT.
Oleh karena itu, nilai pahala bagi seseorang yang aroma mulutnya saat berpuasa lebih tinggi dibandingkan dengan pahala orang yang pakai minyak misik saat shalat Jumat, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Selain itu, menurut Al-Qadhi Iyadh, di hari hariakhir nanti, Allah SWT bakal memberikan jawaban kepada orang yang berpuasa, ialah menjadikan aroma mulut mereka sangat harum, apalagi melampaui wangi minyak misik.
Para ustadz pun menyimpulkan bahwa keistimewaan aroma mulut bagi orang yang berpuasa adalah sebuah hidayah yang bakal diberikan di akhirat.
Kendati demikian, perihal ini bukan menjadi argumen bagi seseorang tidak menjaga kesehatan mulutnya. Akan tetapi, sebagai dorongan bagi umat Muslim yang berpuasa agar tetap menjalankan ibadah puasanya dengan semangat, meskipun mesti merasakan ketidaknyamanan pada mulut mereka.
Agama Islam pun mengajarkan para umatnya untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, termasuk kebersihan mulut
Baca juga: Menkeu minta Rp16,6 triliun untuk beli beras petani bebas korupsi
Baca juga: Melihat aktivitas berbuka puasa penduduk Afghanistan saat Ramadhan
Editor: Dedy
Copyright © BERITAJA 2025
Subscribe
This article discusses Benarkah bau mulut orang berpuasa harum bagi Allah? Ini penjelasannya - BERITAJA in detail, including key facts, recent developments, and important insights that readers are actively searching for online.