Benarkah Alkohol Bisa Bikin Perut Buncit? - Beritaja

Albert Michael By: Albert Michael - Tuesday, 11 February 2025 08:03:08

Jakarta (BERITAJA) - Minuman beralkohol sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan, terutama dalam corak penumpukan lemak di area perut alias yang sering disebut dengan istilah "beer belly".

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan akibat obesitas perut. Lantas, gimana sebenarnya sistem alkohol dalam menyebabkan perut buncit? Berikut penjelasannya.

Hubungan alkohol dengan lemak perut

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh European Journal of Nutrition pada tahun 1999–2000 mengkaji hubungan antara konsumsi alkohol dan akibat obesitas perut. Studi ini melibatkan 1.491 laki-laki dan 1.563 wanita Spanyol berumur 25–74 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang mengonsumsi lebih dari tiga minuman beralkohol per hari mempunyai akibat 80% lebih tinggi mengalami penumpukan lemak di perut dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol dalam jumlah tersebut.

Alkohol mempunyai kandungan gula dan kalori yang tinggi yang kemudian diubah menjadi lemak dalam tubuh sebagai persediaan energi. Pada pria, lemak condong disimpan di bagian perut, sementara pada wanita lebih banyak disimpan di pinggul alias bokong.

Oleh lantaran itu, kebiasaan mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat memicu pembesaran lingkar perut pada pria, yang dikenal dengan istilah beer belly.

Baca juga: Kaitan minum alkohol dengan perlindungan pada keracunan makanan

Penyebab alkohol mengakibatkan perut buncit

Berikut adalah beberapa argumen kenapa konsumsi alkohol dapat menyebabkan perut buncit:

1. Konsumsi berlebihan yang tidak disadari

Penyebab utama perut buncit adalah ketidakseimbangan antara jumlah kalori yang masuk dan kalori yang dibakar. Minuman beralkohol, seperti bir, mengandung kalori yang cukup tinggi. Satu kaleng bir (356 gram) mengandung sekitar 153 kkal.

Sering kali, seseorang tidak menyadari berapa banyak alkohol yang telah mereka konsumsi, sehingga tanpa disadari, asupan kalori yang masuk ke tubuh menjadi berlebihan.

2. Memicu nafsu makan berlebih

Alkohol diketahui dapat meningkatkan nafsu makan dalam jangka pendek. Banyak orang yang mengonsumsi alkohol condong makan lebih banyak, terutama makanan yang tinggi lemak seperti pizza, kentang goreng, alias gorengan lainnya.

Jika kebiasaan ini tidak diimbangi dengan pola makan sehat dan olahraga, maka perut buncit bakal lebih mudah terjadi.

Baca juga: Italia setujui produksi wine rendah alkohol dan bebas alkohol

3. Menghambat pembakaran lemak

Saat seseorang mengonsumsi alkohol, hati bakal memprioritaskan pembakaran alkohol dibandingkan lemak yang tersimpan dalam tubuh. Akibatnya, proses metabolisme lemak menjadi lebih lambat, yang kemudian menyebabkan penumpukan lemak di perut.

4. Kandungan fitoestrogen dalam alkohol

Jenis alkohol khususnya bir mengandung tanaman hop yang kaya bakal fitoestrogen, senyawa yang dapat meniru hormon estrogen dalam tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fitoestrogen dapat mempengaruhi pengedaran lemak pada pria, sehingga meningkatkan kemungkinan penumpukan lemak di perut. Meski demikian, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk memahami gimana sistem ini bekerja secara spesifik.

Risiko kesehatan akibat konsumsi alkohol berlebihan

Selain menyebabkan penumpukan lemak di perut, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan akibat kondisi kesehatan serius lainnya, salah satunya adalah asites.

Asites adalah kondisi medis di mana terjadi penumpukan cairan berlebih dalam rongga perut, yang sering kali menjadi tanda dari penyakit hati, seperti sirosis, kandas hati, hingga kanker hati.

Normalnya, cairan dalam rongga perut tidak lebih dari 20 mililiter, tetapi pada penderita asites, jumlah cairan mampumelebihi 25 mililiter, menyebabkan perut tampak membesar dan membengkak.

Baca juga: Dokter sebut alkohol mampupercepat kerusakan organ hati

Cara mencegah perut buncit akibat alkohol

Jika mau terhindar dari perut buncit akibat konsumsi alkohol, berikut beberapa langkah yang mampudilakukan:

  • Mengurangi konsumsi alkohol – Pilih jenis alkohol rendah kalori dan batasi konsumsi maksimal satu kali seminggu.
  • Menjaga pola makan sehat – Konsumsi makanan bergizi seimbang dan hindari makanan tinggi lemak saat mengonsumsi alkohol.
  • Rutin berolahraga – Aktivitas bentuk yang teratur membantu membakar kalori berlebih dan mengurangi akibat penumpukan lemak di perut.
  • Mengatur pola minum yang sehat – Jangan minum alkohol dalam jumlah besar sekaligus, serta selalu imbangi dengan air putih agar metabolisme tubuh tetap optimal.

Meskipun bir dan minuman beralkohol lainnya bukan satu-satunya penyebab perut buncit, kebiasaan mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat meningkatkan akibat penumpukan lemak di perut.

Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan kalori dalam alkohol, peningkatan nafsu makan, serta efeknya terhadap metabolisme lemak dalam tubuh.

Oleh lantaran itu, untuk menjaga kesehatan dan corak tubuh yang ideal, sebaiknya konsumsi alkohol dikurangi dan diimbangi dengan style hidup sehat.

Baca juga: Perbedaan antara cocktail dan mocktail, ini penjelasannya

Baca juga: Bea Cukai Bali Nusra sumbang Rp5,3 triliun penerimaan negara


Editor: Arman
Copyright © BERITAJA 2025


you are at the end of the news article with the title:

"Benarkah Alkohol Bisa Bikin Perut Buncit? - Beritaja"


Editor’s Note: If you're considering RV insurance, including options from National General and Good Sam, this guide provides a detailed comparison to help you make an informed decision. National General Good Sam RV Insurance: Complete Guide & Comparison (2026).

*Some links in this article may be affiliate links. This means we may earn a small commission at no extra cost to you, helping us keep the content free and up-to-date







Please read other interesting content from Beritaja.com at Google News and Whatsapp Channel!