Trending

Bea Cukai Batam perketat pelabuhan dari peredaran barang bekas ilegal - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Pada hari Jumat (3/3) lampau Tim Penindakan Bea Cukai Batam telah melakukan penelusuran dan menemukan lima truk nang diduga membawa peralatan nang telah diberi perhatian unik tersebut

Batam (BERITAJA.COM) - Bea Cukai Batam, Kepulauan Riau (Kepri) bekerja sama dengan TNI/Polri memperketat pengawasan peredaran peralatan jejak terlarangan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur.

“Tim Bea Cukai bekerja sama dengan abdi negara penegak norma lainnya dari TNI/Polri secara rutin melakukan penertiban di Pelabuhan Punggur. Hal ini bakal terus kami giatkan setiap hari untuk memberantas peredaran peralatan terlarangan melalui Pelabuhan Punggur,” ujar Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam M. Rizki Baidillah saat dihubungi di Batam, Sabtu .

Dia menjelaskan pengawasan ini dilakukan sejalan dengan petunjuk Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo untuk memberantas impor dan ekspor peralatan jejak khususnya busana alias sepatu bekas.

Dia menyebut perihal tersebut juga sudah mereka lakukan dengan mengamankan ratusan koli peralatan jejak nang hendak dikeluarkan dari Batam menuju Bintan nang diangkut menggunakan truk melalui Pelabuhan Roro Telaga Punggur pada tanggal 3-6 Maret 2023.

“Pada hari Jumat (3/3) lampau Tim Penindakan Bea Cukai Batam telah melakukan penelusuran dan menemukan lima truk nang diduga membawa peralatan nang telah diberi perhatian unik tersebut. Kemudian, tim melakukan penindakan dengan memeriksa truk tersebut dan didapati peralatan bekas,” kata dia.

Berita lain dengan Judul: Bea Cukai Musnahkan Pakaian Bekas dan Barang Ilegal Lainnya

Setelah dilakukan pemeriksaan, didapatkan ratusan koli peralatan jejak nang dimuat pada lima truk tersebut. Terdapat 450 koli sepatu jejak nang tidak diberitahukan dalam arsip pabean.

Selain sepatu jejak didapati pula peralatan lainnya berupa 317 koli kaleng sarden, 283 koli kaleng gogo, 291 koli peralatan campuran, dua buah kulkas, 25 set mesin pendingan ruangan alias AC, 26 koli lemari besi, 400 koli paku, dua buah pendingin, 170 koli pampers, 77 koli ban dalam, 75 koli oven, 77 koli kertas foto, 8 koli perangkat flash foto, 2 koli ujung sapu, 1 set furing dan 1 set spandex.

“Terhadap aktivitas ini pelaku telah melanggar Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Selanjutnya bakal dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Rizki.

Untuk ke depannya, dia mengimbau masyarakat untuk tidak memperdagangkan alias membeli baju dan sepatu jejak lantaran dapat mengganggu stabilitas ekonomi serta kesehatan.
Berita lain dengan Judul: Sepanjang tahun 2022 Bea Cukai Batam melakukan 606 penindakan
Berita lain dengan Judul: Bea Cukai tangkap kapal bawa beragam peralatan terlarangan di perairan Batam

Ilham Yude Pratama

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close