Trending

Bawaslu ingatkan potensi dugaan pelanggaran pemilu saat Ramadhan - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty mengingatkan potensi dugaan pelanggaran oleh peserta pemilu kerap terjadi saat bulan Ramadhan.

"Kita memang sama-sama tahu bulan Ramadhan nang sejenak lagi bakal kita lewati sering kali kemudian menjadi arena juga terjadinya potensi dugaan pelanggaran," kata Lolly di sela aktivitas “Bincang-Bincang Bawaslu dengan Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2024” di Jakarta, Sabtu.

Lolly mengatakan dugaan potensi pelanggaran itu adalah kampanye terselubung nang dilakukan oleh partai politik (parpol) peserta pemilu.

Berita lain dengan Judul: Lolly Suhenty minta Bawaslu tak berjarak dengan parpol

"Upaya kampanye terselubung nang kemudian berpotensi terjadi politisasi identitas, politisasi SARA nang kemudian menggunakan bulan suci Ramadhan," ucapnya.

Dia juga menyebut dugaan potensi pelanggaran lainnya adalah upaya nang mengpetunjuk pada kampanye oleh partai politik (parpol) peserta pemilu di tempat-tempat nang dilarang. Misalnya, tempat pendidikan, tempat pemerintahan, dan tempat peribadatan.

Lolly mengingatkan perihal potensi dugaan pelanggaran selama bulan Ramadhan lantaran tahapan Pemilu 2024 saat ini tetap sosialisasi parpol, sedangkan masa kampanye baru bakal berjalan pada 28 November mendatang.

Ia menyebut aktivitas nang digelar Bawaslu hari ini sebagai momentum pertama bagi pihaknya mengundang parpol peserta Pemilu 2024 secara unik agar hubungan lebih dekat sehingga memudahkan upaya pencegahan pelanggaran pemilu.

"Untuk melakukan upaya pencegahan sejak awal kami membangun komunikasi nang konstruksif dengan teman-teman parpol," ucapnya.

Menurut dia, sebaik-baiknya upaya pencegahan pelanggaran pemilu adalah dengan menjaga kepercayaan satu sama lain demi meminimalisir beragam potensi pelanggaran.

Untuk lebih memaksimalkannya, Lolly menyebut pihaknya bakal membikin grup WA berbareng parpol peserta pemilu usai aktivitas hari ini digelar.

"Setelah pertemuan ini bakal langsung terbangun grup WA (WhatsApp) antara Bawaslu dengan LO (liaison officer) partai politik. Ini untuk memastikan info di antara kami itu melangkah dengan baik," tuturnya.

Lolly pun mengimbau parpol peserta pemilu untuk menghindari kampanye terselubung di luar agenda kampanye nang telah ditetapkan dan di tempat nang dilarang, sebagaimana Pasal 280 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu).

"Mudah-mudahan dengan upaya ini Ramadhan nang bakal kita lewati kemudian menjadi sunyi dari dugaan pelanggaran pemilu," katanya.

Pada aktivitas tersebut, datang sejumlah perwakilan partai politik untuk mendengarkan paparan materi ialah Partai Golkar, PPP, PSI, PKS, PKB, PBB, Partai Buruh, Partai Hanura, PAN, dan Partai Kebangkitan Nasional (PKN).

Berita lain dengan Judul: Bawaslu temukan tujuh kabupaten/kota di Papua belum selesai coklit
Berita lain dengan Judul: Bawaslu: Putusan PN Jakpus posisikan penyelenggara pemilu dilematis
Berita lain dengan Judul: Bawaslu minta anggaran cair 100 persen optimalkan pengawasan pemilu



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close