Trending

Bawaslu Garut temukan seribuan anggota TNI-Polri masuk daftar pemilih - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Garut (BERITAJA.COM) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebut hasil temuan di lapangan ada seribuan personil TNI dan Polri nang masuk dalam daftar pemilih untuk Pemilu 2024 nang selanjutnya diminta dicoret sebagai pemilih sesuai patokan nang berlaku.

"Kita menemukan juga data-data mengenai dengan TMS (tidak memenuhi syarat) banyak nang personil Polri-TNI," kata Komisioner Divisi Pencegahan, Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat (P2HM) pada Bawaslu Garut, Iim Imron saat aktivitas Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Garut, Selasa.

Ia menuturkan Bawaslu Garut dan seluruh jajarannya di tingkat kecamatan maupun desa bergerak melakukan patroli pengawasan terhadap penyelenggara Pemilu 2024 nang melakukan pemutakhiran info pemilih untuk pencocokan dan penelitian (coklit).

Hasil dari aktivitas coklit itu, kata dia, ada sejumlah temuan daftar pemilih nang tidak memenuhi syarat seperti personil TNI dan Polri masuk dalam daftar pemilih untuk Pemilu 2024 nang jumlahnya ada seribuan orang.

"Data-data nang TMS nang lainnya juga banyak, ada ribuan nang Polri itu, ada sekitar seribu lebihan nang masuk gitu ya," katanya.

Ia menyampaikan info aparatur itu kemungkinan lantaran tidak tertulis status pekerjaannya sebagai personil TNI maupun Polri di Dinas Kependudukan sehingga masuk dalam daftar pemilih pemilu.

Namun hasil dari coklit itu, kata dia, akhirnya seluruh personil TNI dan Polri nang masuk dalam daftar pemilih itu kemudian dicoret dan dipastikan tidak masuk sebagai pemilih untuk Pemilu 2024.

"Ketika kemudian dinyatakan bahwa ini betul-betul statusnya sudah TNI alias Polri maka itu langsung dicoret gitu," katanya.

Ia menambahkan selain personil Polri dan TNI nang diketahui masuk dalam daftar pemilih, ada juga masyarakat nang mempunyai kewenangan tidak dilakukan coklit oleh petugas pemutakhiran info pemilih.

Adanya temuan itu, kata Iim, Bawaslu Garut merekomendasikan kepada KPU Garut untuk melakukan pencoklitan terhadap masyarakat tersebut agar kelak bisa masuk dalam daftar pemilih tetap pada Pemilu 2024.

"Yang enggak ke coklit kemarin ada sekitar 10 ya gitu, ya ada 10 KK, dia tercatat berada di tempat tersebut gitu, tapi catatannya ini tidak berada dalam tempat tersebut," katanya.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close