Trending

Bappeda: Perekonomian Lampung ditargetkan tumbuh lebih baik - Beritaja

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Bappeda Lampung membujuk semua pihak untuk bersama-sama mengupayakan dapat menyusun dan merancangnya dengan beragam program maupun terobosan.....

Bandarlampung (BERITAJA) - Perekonomian Lampung yang tetap didominasi sektor pertanian perlu diperkuat dengan menarik masuk investasi baru dan memacu pembangunan sektor industri, sehingga pada 2024/2025 ditargetkan dapat bertumbuh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Elvira Umihanni di Bandarlampung, Rabu, diperlukan sinergi semua pihak dari beragam sektor untuk mendorong perekonomian Lampung tumbuh lebih baik, baik di lingkungan pemerintahan daerah, kalangan swasta dan bumi usaha, perguruan tinggi, termasuk support media massa.

"Bappeda Lampung membujuk semua pihak untuk bersama-sama mengupayakan dapat menyusun dan merancangnya dengan beragam program maupun terobosan, untuk percepatan mencapai sasaran perekonomian dan pembangunan Lampung saat ini dan ke depannya semakin baik," ujar Elvira Umihanni, didampingi Ridwan Saifuddin, Kabid Perencanaan Perekonomian Bappeda Lampung.

Baca juga: Bank Dunia perkirakan ekonomi bumi tumbuh stabil 2,6 persen pada 2024

Elvira menyebutkan, selain menentukan sasaran capaian parameter ekonomi makro berasas capaian tahun sebelumnya, perlu pula memasukkan parameter sosial dan infrastruktur, sehingga sasaran dimaksud dapat tercapai dengan memperhitungkan sejumlah aspek yang mempengaruhinya.

Selain melalui forum musyawpetunjuk perencanaan pembangunan (musrenbang) yang sudah berjalan, perlu pula dimatangkan rumusan capaian sasaran ekonomi makro Lampung itu melalui beragam forum yang mendukungnya, katanya lagi.

Berkaitan itu, Bappeda Lampung merancang pula rangkaian perbincangan bekerlapan dengan melibatkan para pihak (multi stakeholders) untuk mengkaji beragam parameter capaian ekonomi Lampung beserta hambatan dan persoalan yang dihadapi agar mencapai sasaran tersebut.

Pada Selasa (11/6), Bappeda Lampung mengundang Badan Statistik (BPS) Lampung, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung, tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), Kadinda Lampung, dan perwakilan media massa dari BERITAJA Lampung untuk membahas capaian parameter ekonomi Lampung 2023, sasaran 2024 dan proyeksi 2025.

Menurut Ridwan Saifuddin, diharapkan forum obrolan dan perbincangan mengenai pembangunan perekonomian Lampung ini terus bersambung secara reguler. Diskusi ini dibuka Kepala Bappeda Lampung Elvira Umihanni.

Baca juga: Suharso sorong pemuda tingkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan

Perlu Banyak Investasi

Dalam obrolan awal itu, terungkap sejumlah aspek institusional dan kesiapan sumber daya manusia tetap menjadi problem utama dalam menarik investasi baru di wilayah ini. Padahal Lampung memerlukan banyak investasi untuk membangun wilayah ini, dengan memperhatikan kesiapan anggaran dari pemerintah wilayah maupun pemerintah pusat.

Kesiapan birokrasi dalam menarik penanammodal dari luar tetap perlu diperbaiki. Beberapa penanammodal yang bakal masuk di Lampung tetap terhambat, apalagi di antaranya ada yang membatalkan investasinya, lantaran urusan perizinan serta birokrasinya tidak siap.

Ekonom Senior dari BI Perwakilan Lampung Fiskara Indawan menyampaikan, membangun perekonomian tidakmampu dilakukan secara instan. Dibutuhkan format kebijakan yang tepat dan prasarana yang baik untuk terjadinya pertumbuhan ekonomi yang optimal di satu wilayah.

Fiskara mengatakan pula, sektor pertanian tetap mendominasi struktur perekonomian Provinsi Lampung. Karena itu, melambatnya pertumbuhan sektor pertanian, dan tren penurunan produktivitas sektor primer ini berkapak pada penurunan keahlian sektor-sektor yang lainnya.

“Sektor pertanian menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Lampung. Kalau sektor pertanian ini tidak tumbuh, maka berpengaruh negatif ke sektor-sektor lain,” katanya pula.

Dari sisi lapangan usaha, kata Indawan lagi, selain sektor pertanian, sektor industri, perdagangan, dan bangunan menjadi penggerak utama ekonomi Lampung. Sektor bangunan memberikan prospek yang tinggi, dengan hadirnya hotel-hotel baru, seiring meningkatnya persaingan upaya di sektor akomodasi perhotelan.

“Ini sejalan dengan tumbuhnya sektor pariwisata di Provinsi Lampung, yang memerlukan support akomodasi perhotelan dan lainnya, yang permintaanya menunjukkan peningkatan,” kata Indawan.

Sektor pariwisata ini perlu dioptimalkan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, ujarnya pula.

Baca juga: BI: Pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap di bawah nasional

Dia juga menegaskan, untuk jangka panjang, struktur ekonomi Lampung perlu diperkuat dari sektor industri, melalui transformasi ekonomi, juga gimana mengatasi halangan investasi yang sekarang tetap kuat dirasakan oleh para calon investor. Juga memperkuat daya dukung prasarana di daerah.

“Kemarin perekonomian wilayah mengalami shock akibat meninggal lampu satu hari. Kerugian alias hilangnya nilai ekonomi yang diakibatkan meninggal lampu kemarin cukup besar. Bagaimana itu tidak terulang lagi?” ujar dia pula.

Dosen FEB Unila Arivina Ratih dalam obrolan yang sama menyampaikan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tidakmampu lagi dicapai dengan langkah biasa (business as usual).

“Kita perlu menciptakan permintaan baru untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tahun ini, di mana peran swasta sangat krusial untuk dilibatkan dalam mengejar pertumbuhan ekonomi kita,” kata Ratih.

Ratih juga menyoroti kejadian perkembangan industri e-commerce yang berpengaruh terhadap pelaku perdagangan di pasar-pasar tradisional.

“Pertumbuhan e-commerce ini menjadi tantangan baru bagi pengusaha lokal. Mau tidak mau kita mesti siap mengangkat teknologi digital dalam mengembangkan perekonomian daerah. Pemerintahmampu memfasilitasi industri-industri lokal untukmampu mengisi pasar di e-commerce ini,” katanya lagi.

Baca juga: Ekonomi Provinsi Kaltara triwulan I-2024 tumbuh 4,78 persen

Asrian Hendi Caya dari Kadinda Lampung menyampaikan, untuk memperkokoh pertumbuhan ekonomi Lampung, maka pedoman ekonomi tidakmampu hanya pada sektor pertanian, tetapi mesti memperkuat sektor-sektor lainnya, seperti industri pengolahan dengan tetap berbasis pada hasil pertanian dan kelautan. Mengingat, Provinsi Lampung sebagai koridor ekonomi Sumatera dipetunjukkan untuk penguatan industri berbasis sumber daya alam dan sebagai pusat pengembangan ekonomi biru (blue economy).

Statistisi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Gun Gun Nugraha menyampaikan tantangan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung tetap cukup banyak, baik secara domestik maupun tantangan global.

Strategi jangka pendek yang dapat diambil untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurut Nugraha, antara lain melalui stimulus fiskal yang tepat, kebijakan moneter ekspansif, support pada sektor UMKM, mendorong konsumsi, meningkatkan investasi asing, mengatasi halangan regulasi, dan sebagainya.

Diskusi perencanaan pembangunan perekonomian yang digelar Bappeda Provinsi Lampung yang melibatkan lintas pemangku kepentingan ini, menjadi wahana untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk ditindaklanjuti dalam corak program dan aktivitas pembangunan, khususnya sektor perekonomian daerah, kata Ridwan Saifuddin pula.

Baca juga: Airlangga: Transformasi sektor kesehatan sorong pertumbuhan ekonomi

Realisasi pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2023 mencapai 4,55 persen, dan diproyeksikan pada 2025 naik lagi mencapai antara 4,9-5,3 persen. Tingkat pengangguran terbuka pada 2023 sebesar 4,23 persen, pada 2025 diproyeksikan turun menjadi 4,0-3,86 persen. Sedangkan nomor kemiskinan Lampung pada 2023 sebanyak 11,11 persen, dan 2025 diproyeksikan turun menjadi 9,5-10 persen.

Lalu, tingkat inflasi pada 2023 sebesar 3,47 persen, pada 2025 diproyeksikan turun pada kisaran 1,5-3,5 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada 2023 mencapai 109,25, dan pada 2025 diproyeksikan menjadi 109-110.

Capaian sejumlah parameter ekonomi makro di Lampung itu pada 2024 ini sedang dalam pembahasan, antara lain untuk disesuaikan dengan perubahan APBD Lampung 2024, sehingga belum final ditetapkan.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close