Trending

Bahasa Indonesia ditetapkan jadi bahasa resmi konferensi umum UNESCO - Beritaja

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Bahasa Indonesia sukses ditetapkan menjadi bahasa resmi pada Konferensi Umum Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa alias UNESCO pada hari ini, Senin (20/11) di Markas Besar UNESCO Paris, Prancis.

 
Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Andorra, Monako, Mohamad Oemar, dalam keterangannya di Jakarta menyatakan bahwa penetapan tersebut menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 yang diakui Konferensi Umum UNESCO, di samping bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia, Hindi, Italia, dan Portugis.
 
"Bahasa Indonesia telah menjadi kekuatan penyatu bangsa sejak masa pra-kemerdekaan, khususnya melalui Sumpah Pemuda di tahun 1928, sehingga bisa menghubungkan etnis yang beragam di Indonesia," kata Oemar.
 
Adapun penetapan tersebut ditandai dengan diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO.
 
Oemar menyebutkan, bahasa Indonesia, dengan lebih dari 275 juta penutur, telah mendunia dengan masuknya kurikulum Bahasa Indonesia di 52 negara, dan saat ini, setidaknya ada 150.000 penutur asing yang aktif berkata Indonesia.
 
"Kepimpinan aktif Indonesia di tataran dunia telah dimulai sejak Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, yang menjadi bibit terbentuknya golongan negara non-blok. Indonesia mempunyai komitmen kuat untuk melanjutkan kepemimpinan dan kontribusi positif untuk bumi internasional," ujar dia.
 
Kontribusi tersebut, lanjut dia, ditandai dengan kerjasama berbareng negara-negara lain dalam mengatasi tantangan global, melalui peran keketuaan Indonesia di forum G20 tahun 2022 dan ASEAN tahun 2023.
 
Dirinya juga menegaskan bahwa pengakuan ini dapat meningkatkan kesadaran terhadap bahasa Indonesia, sekaligus bagian dari upaya dunia untuk mengembangkan konektivitas antarbangsa, memperkuat kerja sama dengan UNESCO, dan bagian dari komitmen Indonesia terhadap pengembangan budaya di tingkat internasional.
"Pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO bakal berakibat positif terhadap perdamaian, keharmonisan, dan pencapaian tujuan pembangunan berkepanjangan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di seluruh dunia," tuturnya.
Upaya pemerintah Indonesia untuk mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO merupakan salah satu penerapan petunjuk pasal 44 ayat (1) Undang-Undang nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, yang berbunyi, "Pemerintah meningkatkan kegunaan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan."
 
Usulan ini juga merupakan upaya de jure (berdasarkan hukum) agar bahasa Indonesia mendapatkan status bahasa resmi pada sebuah lembaga internasional, setelah secara de facto (berdasarkan fakta), pemerintah Indonesia telah membangun kantong-kantong penutur asing bahasa Indonesia di 52 negara.

Baca juga: Memuliakan Bahasa Indonesia, buah warisan Sumpah Pemuda
Baca juga: Nadiem: KBI XII perkuat peran Bahasa Indonesia dan daerah
Baca juga: Atdikbud mau Duta Bahasa perluas Bahasa Indonesia di luar negeri

 

Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Mahfud







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close