Trending

ASDP terapkan zonasi di Pelabuhan Merak-Bakauheni demi layanan prima - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Kebijakan ini harapannya dapat membantu memperlancar arus kendaraan dan penumpang dalam area pelabuhan

Jakarta (BERITAJA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tetap konsisten melaksanakan penerapan kebijakan zonasi di lingkungan Pelabuhan Merak, Banten, dan Bakauheni, Lampung, guna meningkatkan aspek keselamatan dan jasa penyeberangan prima.

"Sesuai dengan patokan pemerintah, penerapan kebijakan zonasi alias sterilisasi ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi ASDP dalam meningkatkan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan pelayanan bagi para pengguna jasa," kata Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Shelvy menyampaikan bahwa perihal itu dilakukan berbareng regulator mengenai ialah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan mitra kerja pendukung lainnya sebagai penerapan efektif dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Bab VII Bagian Kesatu mengenai Tatanan Kepelabuhan dan Peraturan Pemerintah PM Nomor 91 Tahun 2021 tentang Zonasi di Kawasan Pelabuhan yang Digunakan untuk Melayani Angkutan Penyeberangan.

Zonasi pelabuhan membagi area pelabuhan menjadi beberapa area dengan akses terbatas. Pemisahan dilakukan untuk memisahkan pihak-pihak yang berkepentingan dengan yang tidak berkepentingan.

Pihak yang tidak berkepentingan, lanjut Shelvy, wajib disterilkan dari area pelabuhan termasuk dermaga demi menjaga keamanan dan operasional pelabuhan. Kebijakan zonasi ini juga bermaksud untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban.

"Dalam perihal ini, ASDP juga berkoordinasi dengan pihak mengenai seperti Kepolisian dan TNI untuk memastikan keamanan di lapangan. Kebijakan ini harapannya dapat membantu memperlancar arus kendaraan dan penumpang dalam area pelabuhan," tuturnya.

Dia mengatakan penerapan kebijakan sterilisasi di Pelabuhan Bakauheni yang sesuai amanah izin telah dijalankan kurang lebih dua bulan.

ASDP juga telah melakukan sosialisasi dan koordinasi serta mendapatkan support dari Polres Lampung Selatan, BPTD II Lampung, KSOP Bakauheni, DPC Gapasdap, dan DPC INFA setempat untuk memastikan penerapan di lapangan melangkah lancar dan terkendali.

Dalam peningkatan tata kelola zonasi, ASDP bakal menerapkan strategi dan penerapan yang terencana untuk memperbaiki situasi secara signifikan.

Hal ini mencakup penanganan kendaraan dan logistik, jasa penumpang, serta pergerakan dan alur kendaraan di dalam pelabuhan.

Selain itu, peningkatan prasarana yang merupakan modernisasi dan peningkatan prasarana pendukung, seperti jalan dan rambu-rambu untuk memastikan pergerakan yang lancar dan efisien di dalam pelabuhan. Hal itu bakal mendukung efisiensi operasional dan kenyamanan pengguna jasa.

"Kami sangat menghargai pengertian dan kerja sama dari seluruh pihak mengenai penerapan kebijakan ini sesuai amanah UU dan untuk terciptanya pelayanan penyeberangan bagi seluruh pengguna jasa yang tertib, aman, lancar dan selamat," tuturnya.

Shelvy menambahkan sejalan dengan kebijakan sterilisasi pelabuhan, ASDP juga konsisten dalam menghadirkan pelayanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik makelar melalui program "Say No to Calo" yang mulai diberlakukan pada Senin (1/7/2024) di empat bagian utama ASDP, ialah Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ketapang, dan Pelabuhan Gilimanuk.

ASDP juga meningkatkan patroli di pelabuhan dan menerapkan sistem geofencing yang memastikan pembelian tiket hanyamampu dilakukan melalui loket resmi dan aplikasi Ferizy.

"Hanya penumpang dengan tiket resmi yang dapat masuk ke area pelabuhan, berkah filterisasi ketat di titik masuk," ujar Shelvy pula.

ASDP juga mempermudah pembelian tiket melalui jasa tiket online Ferizy lantaran saat ini sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pemesanan tiket ferimampu dilakukan hingga 60 hari sebelum keberangkatan.

"Dengan komitmen kuat dari ASDP dan partisipasi aktif dari para pengguna jasa, mari bersama-sama ciptakan pelabuhan yang bebas calo, aman, dan nyaman bagi semua," tegas Shelvy.

Sementara itu, GM ASDP Cabang Bakauheni Rudi Sunarko mengatakan bahwa untuk menjaga konsistensi kebijakan sterilisasi, pihaknya meminta penguatan tambahan tenaga keamanan dari pihak TNI/Polri.

Selain itu, bakal dilakukan pemasangan kamera pemantau alias CCTV serta akomodasi bagi pengurus truk di ruang tunggu terminal reguler penyeberangan yang berada di area terminal bus Pelabuhan Bakauheni.

"Tentunya, area ini dikategorikan sebagai Zona A-1, di mana pengguna jasa yang tidak bertiket penyeberangan diperbolehkan berada di area tersebut sesuai peraturan PM yang berlaku. Jadi, bukan berada di area terlarang," kata Rudi.

Baca juga: ASDP raih penghargaan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2024
Baca juga: ASDP sebut 28 pelabuhan di Indonesia terapkan tiket online
Baca juga: ASDP wajibkan pengguna jasa beli tiket online via Ferizy


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close