Trending

Anggota DPRD Kalsel kembali sosialisasikan Perda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Batola Kalsel (BERITAJA.COM) - Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Karlie Hanafi Kalianda kembali menyosialisasikan Peraturan Daerah alias Perda Nomor 11 Tahun 2018; tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di provinsinya.

Sosialisasi Perda (Sosper) tersebut berjalan di Desa Lepasan (sekitar 40 kilometer barat Banjarmasin) Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa.

Wakil rakyat asal wilayah pemilihan Kalsel III/Kabupaten Batola itu menyatakan, pemerintah alias Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjamin kesejahteraan setiap penduduk negaranya termasuk perlindungan terhadap kewenangan anak nang merupakan kewenangan asasi manusia (HAM).

"Setiap anak berkuasa atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berkuasa atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," tegas wakil rakyat nang bergelar doktor, sarjana dan magister norma tersebut.

Menurut dia, anak sebagai tunas bangsa potensi dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa mempunyai peran strategis, karakter dan sifat unik sehingga wajib mendapat perlindungan dari segala corak perlakukan tidak manusiawi nang mengakibatkan terjadinya pelanggaran HAM.

Sebelumnya dia menjelaskan, menyosialisasikan peraturan tentang perlindungan anak salah satu bentuk dari kegunaan legislasi DPRD melalui para wakil rakyatnya.

“Pelaksanaan kegunaan tersebut dilakukan dengan menjalankan tugas dan kewenangan dalam pembentukan peraturan wilayah nang sudah diundangkan juga menyosialisasikan,” kata Karlie Hanafi Kalianda.

Sosialisasi Perda Kalsel Nomor 11 Tahun 2018; tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak oleh personil DPRD provinsi setempat, H Karlie Hanafi Kalianda di Desa Lepasan (sekitar 40 kilometer barat Banjarmasin) Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala, Selasa (4/4/23) (BERITAJA.COM/HO-Dokumen Pribadi)

Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Batola Hj Harliani selaku narasumber menjelaskan maksud pemberdayaan wanita ialah upaya pemampuan wanita untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, sosial, budaya.

"Hal tersebut agar wanita dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk bisa berkedudukan dan berperan-serta aktif dalam memecahkan masalah, sehingga bisa terlibat dalam pembangunan," tegasnya.

Sedangkan maksud perlindungan anak adalah segala aktivitas untuk menjamin dan melindungi anak serta pemenuhan hak-hak mereka agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berperan-serta secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, mendapat perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi, jelasnya.

“Setiap wanita dan anak berkuasa atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang secara wajar serta berkuasa atas perlindungan dari kekerasan dam diskriminasi seperti nang diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945,” ujar Harliani.
 







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close