Trending

Anggota DPR dukung pembangunan kawasan industri pupuk di Papua Barat - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji mendukung upaya Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, untuk membangun area industri di Fakfak, Papua Barat.

"Itu sudah tepat, lantaran itu mendekatkan ke bahan baku dari blok Tanggu, nan jumlah produksinya besar sehingga lebih efisien," katanya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan area Papua Barat sangat tepat dijadikan pusat industri pupuk, lantaran jangkauan bahan bakunya sangat dekat.

Selain itu, pembangunan area industri pupuk di Papua Barat menjadi jalan keluar bagi wilayah Indonesia Timur, dalam memperoleh pupuk dengan biaya nan kecil.

"Karena masalah biaya logistiknya pasti lebih rendah, dan mempengaruhi nilai pokok produksinya. Itu bisa membikin nilai pupuk di Indonesia, khususnya di area Indonesia Timur itu menjadi lebih rendah," jelasnya.

Selain itu, wilayah Indonesia Timur selama ini belum ada pabrik pupuk, hingga langkah Kementerian Investasi itu sangatlah tepat dan kudu mendapat support penuh dari semua pihak, khususnya masyarakat Papua.

Kata dia, dengan hadirnya industri pupuk di wilayah Timur Indonesia, maka proses pengedaran pupuk ke wilayah-wilayah terdekat seperti Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan lainnya bakal lebih mudah disertai biaya logistik makin rendah.

Sarmuji berharap kehadiran industri pupuk ini ke depannya, bisa menjadikan wilayah Indonesia Timur sebagai sentral produksi pertanian sekaligus menjadi wilayah penghasil beras terbesar di luar Jawa.

Sarmuji juga meyakini Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bisa merealisasikan perihal tersebut di tahun 2027. Pasalnya, dengan waktu empat tahun, pembangunan area industri pupuk ini bisa selesai sesuai dengan target.

Sebelumnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan area industri pupuk di Provinsi Papua Barat merupakan proyek besar dalam rangka membikin lumbung pangan di area timur Indonesia.

Selain itu, argumen dibangunnya area industri itu, lantaran untuk mendatangkan pupuk ke wilayah Papua memerlukan biaya logistik nan tinggi, sehingga susah untuk mengembangkan sektor pertanian.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close